BD Surat infornasi mingguan mengenai TL
Halaman Uatama .......Bahasa Indonesia .......Cari situs-Web ini
"Pengelolaan ADB (Asian Development Bank) tentang proyek pengembangan Microfinance untuk Timor Lorosae adalah sebuah pemahaman yang minim dan rencana mundur. Sewaktu batas kredit untuk Timor Lorosae non profit credit union (koperasi simpan pinjam) diterima dengan tangan terbuka, usulan dari Microfinance Bank merupakan sebuah lembaga tidak mengakar yang bertujuan untuk mengenakan bunga yang sangat tinggi dari "yang termiskin dari kelompok miskin" " Dr Tim Anderson, Campaigner, AID/WATCH
Bahasa Inggeris / bahasa Timor Timur (Tetum) / bahasa Portugis / bahasa Indonesia / bahasa Perancis:

BD: Financing Reconstruction in East Timor / Fundu Ba Rekonstrusaun Timor Loro Sa’e / Bantu uang: Rékonstruksi - A collection of recent reports and articles

AID/WATCH: http://www.aidwatch.org.au/index.htm
Monitor dan Kampanye atas dampak dampak sosial dan Lingkungan dari Bantuan Pembangunan Australia

Bahasa Indonesia:
TIMOR WATCH: http://www.aidwatch.org.au/timor/twindex.html
 

Catatan Ringkas:

Proposal Microfinance dari ADB

Pengelolaan ADB (Asian Development Bank) tentang proyek pengembangan Microfinance untuk Timor Lorosae adalah sebuah pemahaman yang minim dan rencana mundur. Sewaktu batas kredit untuk Timor Lorosae non profit credit union (koperasi simpan pinjam) diterima dengan tangan terbuka, usulan dari Microfinance Bank merupakan sebuah lembaga tidak mengakar yang bertujuan untuk mengenakan bunga yang sangat tinggi dari "yang termiskin dari kelompok miskin"

Tidak seperti rencana Microfinance lainnya, proposal dari ADB di buat untuk membentuk sebuah perusahaan yang mengambil keuntungan, disiapkan untuk swastanisasi, dan besar bunganya ditentukan oleh kesanggupan peminjam untuk membayar. Hal ini merupakan praktek standar dari Bank, tapi tidak seharusnya diberlakukan dalam sebuah rencana untuk menolong masyarakat miskin. Dokumen ADB jelas mengatakan bahwa dalam rencana tersebut besar bunga didasarkan kesanggupan untuk membayar dan bukan atas biaya pemulihan dan keberlanjutan financial. Perempuan miskin di pedesaan adalah kelompok utama yang akan dikenakan biaya bunga sebesar 40% - 80% per tahun dalam pinjaman berbentuk rupiah.

Untuk memfasilitasi bunga yang sangat tinggi ini, ADB mengusulkan 'pemberlakuan bunga bebas' oleh UNTAET, untuk bisa memberlakukan bunga ' orientasi pasar'. Dalam kasus ini 'orientasi pasar' sebesar apa yang mungkin dapat dihasilkan dari sebuah kelompok yang sangat rentan - orang miskin yang sangat membutuhkan sedikit keuangan.

Proyek ini sangat kontras dengan inisiasi dari beberapa trust fund lainnya, seperti small enterprises project (SEP) yang dijalankan oleh BNU (Banco Nacional Ultramarino) yang hanya mengenakan bunga 10% untuk pinjaman kecil (minimal US$500) dalam periode sampai 3 tahun. Tentu saja US dolar lebih stabil, tetapi bahkan BRI (Bank Rakyat Indonesia) hanya memberlakukan 18 - 24% untuk pinjaman kecilnya. Grameen Bank dari Bangladesh mengenakan bunga sebesar 20% untuk pinjaman yang sangat kecil, secara umum bank akan mengeluarkan biaya pelayanan yang lebih besar untuk pinjaman-pinjaman kecil.

ADB menyatakan secara rasional untuk bunga pinjamanya yang sebesar 40 - 80% per tahun (sama dengan 3 - 5 % per bulan) karena bahwa calon peminjam mereka '"lebih memperhatikan tentang bagaimana mendapatkan pelayanan …daripada biaya pelayanan" dan di dalam wawancara menunjukan bahwa bunga 3 sampai 5% per bulan 'dapat diterima', sebagian karena beberapa 'rentenir' mengenakan bunga sampai 100% per bulan.

Bagaimanapun diasumsikan dalam proyeksi statemen keuangannya, ADB mengacu pada bunga 12% per tahun dalam bentuk pinjaman US dolar. Pengubahan dalam rasional membuat statemen keuangan tersebut menyesatkan. Statement menunjukan Microfinance bank recovering membuat laba bersih (setelah pajak) sekitar US $350,000 setelah 3 tahun pertama. Bunga 12% adalah sebuah tawaran keuangan yang baik di masa depan, tapi hanya dengan kerja yang sangat keras dari peminjam yang sangat miskin, yang juga harus mengembalikan semua modalnya dalam waktu satu tahun.

Alasan untuk melakukan rencana pembuatan keuntungan daripada sebuah rencana biaya pemulihan, hanya semakin jelas jika membaca catatan (di appendix 3) yang menganjurkan "sebagian besar equity [dalam Microfinance Bank] seharusnya terbebas (dari UNTAET) pada peminjam dan sektor swasta dalam periode waktu tertentu". Dengan kata lain, sebuah aset umum akan membuat keadaan rakyat Timor Lorosae siap untuk dijual sebagai dalam sebuah rencana keuntungan swasta.

Selain dari tingginya bunga dan orientasi keuntungan, proyek ADB mengusulkan sebuah pembayaran US $600,000 (6 milyar rupiah) dari uang trust fund untuk 4 international konsultan untuk 47 bulan orang kerja - setara dengan pembayaran US$150,000 (1,5 milyar rupiah) per tahun. Hal ini adalah sebuah pemborosan dan penggunaan yang tidak seharusnya dari uang trust fund

UNTAET seharusnya merevisi proyek ADB ini, merancang sebuah batasan dari bunga bank yang memastikan bahwa hanya cost recovery (biaya pemulihan) dan keberlanjutan dan juga secara keras membatasi biaya konsultan. Banyak nasihat yang lebih baik tentang proyek proyek microfinance tersedia jauh lebih murah dari ini.

oleh
Dr Tim Anderson

Diterjemahkan secara bebas oleh Yoga Sofyar


Bahasa Indonesia:
AID/WATCH   Monitor dan Kampanye atas dampak dampak sosial dan Lingkungan dari Bantuan Pembangunan Australia  Updated July 21
Profil Organisasi:
Latar Depan: AID/WATCH adalah sebuah organisasi berbasiskan pada masyarakat, tidak mengambil untung, melakukan kampanye atas keterlibatan Australia dalam bantuan luar negri dan proyek proyek, program dan kebijakan pembangunan.
Sewaktu kami memonitor Dolar pembangunan, kami bekerja untuk memastikan bahwa uang bantuan tersebut menjangkau individu, masyarakat dan lingkungan yang tepat.
AID/WATCH bekerja sama dengan organisasi dan masyarakat di negara negara berkembang, yang kebanyakan berada di daerah Asia Pacifik, dimana masyarakat terkena dampak yang merugikan dari aktifitas proyek pembangunan Australia.
Hal ini bisa terjadi melalui program program bantuan bilateral, Bank bank pembangunan multilateral dimana Australia berkontribusi, seperti World Bank, IMF, ADB dan perusahaan perusahaan Australia termasuk EFIC (ECA) yang dimiliki oleh pemerintah Australia.
Aliran dari uang bantuan bisa jadi sangat positif terutama dalam program program kesehatan dan pemulihan darurat (emergency).
Profil Organisasi AID/WATCH: http://www.aidwatch.org.au/timor/indo_profile.html
Timor Watch: Menyadari besarnya peran Australia pada pembangunan di East Timor maka AID/WATCH telah memulai kampanye 'Timor Watch' yang akan bekerja sama dengan Organisasi kemasyarakatan lokal untuk memonitor peran dari dana bantuan dan agen pembangunan dalam proses pembangunan kembali East Timor.
TIMOR WATCH: June 20 2001: http://www.aidwatch.org.au/timor/twindex.html
Informasi Lebih Lanjut: Untuk informasi lebih lanjut silahkan melakukan kontak dengan AID/WATCH di:
Kontak Person:Bahasa Indonesia: Yoga Sofyar (Campaigner) Bahasa Inggris: James Arvanitakis (Director); Tim Anderson (Campaigner); Melanie Gillbank (Campaigner).
Telp: +61 2 9387 5210  Fax: +61 2 9386 1497  Alamat Pos: PO Box 652, Woollahra NSW 2025, AUSTRALIA
Email: aidwatch@mpx.com.au  Homepage: http://www.aidwatch.org.au

English:
AID/WATCH   Monitoring the Development Dollar  Updated July 14
AID/WATCH is a community-based, not for profit, activist group that campaigns on Australian involvement in overseas aid and development projects, programs and policies. AID/WATCH works with partners in low-income countries, including East Timor, where people are adversely affected by Australian development activities. This may occur through bilateral aid programs, multilateral development banks and Australian corporations. AID/WATCH also aims to inform the Australian community of how their aid dollar is being spent and what impact it is having, believing that increased awareness of the reality of international aid will lead to aid programs that truly benefit the local population.
Purpose: To support people and communities in low-income countries to determine their own development futures; to ensure that aid money reaches the right people, communities and their environments, and that aid projects are implemented with stringent environmental, ethical, social and cultural guidelines
Telephone from within Australia: (02) 9387-5210  Telephone from overseas: +61 2 9387 5210  PO Box 652, Woollahra NSW 2025, AUSTRALIA
Email: aidwatch@mpx.com.au  Homepage: http://www.aidwatch.org.au
The World Bank in East Timor: July 5 2001: http://www.aidwatch.org.au/timor/wb_et.html
TIMOR WATCH: June 20 2001: http://www.aidwatch.org.au/timor/twindex.html
AID/WATCH items added to BACK DOOR prior to June 2001: http://www.pcug.org.au/~wildwood/aidwatchbackdoor.htm


Bahasa Inggeris / bahasa Timor Timur (Tetum) / bahasa Portugis / bahasa Indonesia / bahasa Perancis:

BD: Financing Reconstruction in East Timor / Fundu Ba Rekonstrusaun Timor Loro Sa’e / Bantu uang: Rékonstruksi- A collection of recent reports and articles


Untuk memambakan berita, artikel atau laporan kepada BD, kirimkan secara e-mail kepada 'wildwood@pcug.org.au'
Alamat pos: "Postal address: BACK DOOR GPO Box 59 Canberra City ACT 2601 Australia"
Kalau anda ingin menerima surat informasi mingguan GRATIS, mengirimkan e-mail kepada 'wildwood@pcug.org.au' dengan mengisi perkataan ‘Subscribe BACK DOOR’ dalam judul e-mail anda.
BD Surat infornasi mingguan mengenai TL

Halaman Uatama .......Bahasa Indonesia .......Cari situs-Web ini
Situs-Web: http://www.pcug.org.au/~wildwood   |   Email: wildwood@pcug.org.au