BD Surat infornasi mingguan mengenai TL
Halaman Uatama | Bahasa Indonesia | Bahasa Tetum | Bahasa Portugis | Cari situs-Web ini
"
Mengapa kita harus terburu-buru? ... Kita telah memiliki institusi-institusi legal di pemerintahan, namun kita belum memiliki orang-orang yang bisa menjamin uang rakyat ini aman dan juga meyakinkan kita bahwa kita akan berada di sebuah moment yang akan penuh  transparency, sebuah culture akan penanganan efektifitas masalah-masalah, ... Ini merupakan sesuatu yang sangat fundamental bagi saya sebagai presiden untuk menjamin kedaulatan, untuk menjamin (stabilitas dan keamanan-red) Negara dimana masalah yang paling fundamental (antara Australia danTL-red) adalah demarkasi," Presiden Timor Leste (TL) Kay Rala Xanana Gusmao
Lihat juga:
(Bahasa Inggeris)
* 16 June 2005 BBerg: East Timor Not Ready to Handle Oil, Gas Revenue, Gusmao Says
* September 2004 The Case for Saving Sunrise: http://www.etan.org/lh/misc/04sunrise.html
* Timor Sea Talks between Timor-Leste & Australia


Suara Timor Lorosae - Halaman Uatama: http://www.suaratimorlorosae.com/

http://www.suaratimorlorosae.com/details.php?id=2054&now=2005-06-21

BANGKOK—Presiden Timor Leste (TL) Kay Rala Xanana Gusmao mengatakan, negara TL jangan terlalu terburu-buru untuk segera menyelesaikan perselisihan menyangkut perbatasan lepas pantai dengan Australia untuk mengelola kilang-kilang minyak dan gas di Laut Timor sebelum negara yang baru merdeka tiga tahun lalu itu telah mampu menangani penghasilan dari kekayaan lautnya yang bisa mencapai $14 billion dalam kurun waktu dua dekade.

Penegsan itu disampaikan Presiden Xanana Gusmao di ibu kota Negara Thailand Bangkok ketika menghadiri Business Week Leadership Forum di Bangkok Selasa (14/6) petang lalu dimana beliau mengatakan, TL tidak perlu terburu-buru untuk mendapatkan royalties-nya karena nantinya jikalau uang hasil pengeksplorasian minyak dari Laut Timor itu telah didapatkan TL harus didepositokan di bank mana, ataukah harus dikelola oleh para official koruptor.

“Mengapa kita harus terburu-buru? Mendapatkan billions dollars (dari eksplorasi minyak dan gas di Laut Timor-red) yang nantinya (uang sebanyak itu-red) hanya akan berhenti bank? Kita telah memiliki institusi-institusi legal di pemerintahan, namun kita belum memiliki orang-orang yang bisa menjamin uang rakyat ini aman dan juga meyakinkan kita bahwa kita akan berada di sebuah moment yang akan penuh  transparency, sebuah culture akan penanganan efektifitas masalah-masalah,” kata Presiden Xanana. 

Lebih lanjut  Xanana mengatakan, menyelesaikan perbatasan laut kedua Negara, mendirikan institusi legal yang kuat, strukture keuangan yang kuat termasuk institusi judiciary, kepolisian, bank sentral dan sebuah bank pembangunan merupakan sesuatu yang sangat-sangat essential untuk menjamin bahwa ekonomi Negara TL tidak rapuh dan keuntungan yang didapatkan dari hasil pengelolahan oil dan gas di Laut Timor dapat dikelola untuk kemakmuran rakyat TL.

“Semua (pemikiran beliau-red) itu adalah untuk kepentingan rakyat semata agar (pengelolahan dari hasil eksplorasi minyak dan gas di Laut Timor-red) terhindar dari penyalahgunaan atau penggunaan dana-dana tersebut yang nantinya dikorupsi oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab,” kata Presiden Xanana lagi.

Presiden Xanana Gusmao sendiri secara langsung tidak melibatkan diri dalam pemerintahan negaranya soal negosiasi perbatasan Laut kedua Negara termasuk masalah pengeksplorasian minyak dan gas di Laut Timor dengan Australia karena posisi beliau sebagai kepala negara sesuai dengan konstitusi negara RDTL yang terpisah dengan institusi pemerintah yang dipimpin oleh Perdana Menteri Mari Alkatiri.

“Saya tidak berbicara atas nama pemerintah, karena kita institusi-institusi yang terpisah sesuai dengan system-system dan konstitusi Negara saya. Namun persepsi saya bahwa kita tidak harus terburu-buru seperti kita dalam sebuah situasi yang sangat-sangat sulit untuk segera mendapatkannya (dana dari hasil pengelolahan minyak dan gas di LT-red),” kata  Xanana lagi.

“Ini merupakan sesuatu yang sangat fundamental bagi saya sebagai presiden untuk menjamin kedaulatan, untuk menjamin (stabilitas dan keamanan-red) Negara dimana masalah yang paling fundamental (antara Australia danTL-red) adalah demarkasi,” tambah Gusmao.

Seperti diketahui dan menjadi rahasia umum bahwa TL yang baru mendapatkan kembali kemerdekaannya pada 20 Mei 2002 lalu setelah hampir 24 tahun lamanya rakyat TL mengangkat senjata berjuang melawan okupasi paksa militer Indonesia menginginkan garis perbatasan laut antara Australia dengan TL harus berada ditengah-tengah laut kedua Negara dimana dengan system perbatasan itu yang diatur dalam hukum PBB, maka Australia akan kehilangan haknya atas daerah kaya akan minyak dan gas di LT, karena system tersebut akan menguntungkan TL.

Sementara di lain pihak Australia memaksa TL untuk segera mengeksplorasi minyak dan gas di LT lewat dukungan perusahaan minyak raksasa asal Negara Kangaroo tersebut, Woodside Petroleum Ltd.  

Perusahaan raksasa pengeksplorasi minyak dan gas terbesar kedua dari Australia Woodside Petroleum Ltd perusahaan BHP Billiton menghentikan pekerjaan mereka sesuai dengan proposal untuk mengeksplorasi minyak dan gas di LT dengan nilai $3.7 billion untuk Sunrise gas project pada 31 Desember  tahun lalu setelah para negosiator dari Australia-TL tidak mencapai kata sepakat menyangkut perbatasan laut kedua Negara.

Meski demikian Menteri Luar Negeri Australia pada 13 Mei  lalu mengatakan Australia dan TL  saat ini telah berada pada tahap yang disebut “on the threshold’’ sebuah agreement sementara Perdana Menteri TL, Mari Alkatiri mengatakan telah berada di tahap `Very  Close’ untuk memberikan kesempatan kepada Woodside Petroleum Ltd.’s mengeksplorasi LT dengan total dana sebesar $3.7 billion untuk Sunrise Natural Gas project. */art


Lihat juga: (Bahasa Inggeris)

16 June 2005 BBerg: East Timor Not Ready to Handle Oil, Gas Revenue, Gusmao Says
"Why are we rushing [negotiations with Australia]? ... We already have the institutions, but we don't yet have people who can assure that we will stand on a culture of transparency, a culture of effective handling of problems. ... in my perception, we should not rush like we are in a very, very difficult situation of need, ... It's fundamental for me as president to guarantee the sovereignty, to guarantee the state, and the fundamental problem is the demarcation [of the maritime boundary] ... It must be the basis of all the considerations." East Timor's President Xanana Gusmao

September 2004 The Case for Saving Sunrise
http://www.etan.org/lh/misc/04sunrise.html
"[oil and gas] Stakeholders, including oil companies, the Australian government, international financial institutions and aid agencies, are telling Timor-Leste what it should do, in light of their respective interests. The most important stakeholder – the people of Timor-Leste – would be best served by sequential, rather than simultaneous, development of Timor-Leste’s two major petroleum fields, postponing Sunrise development for at least a decade. This would allow time to make wiser decisions, and would help Timor-Leste maximize its petroleum revenues. Although neither Australia nor the oil companies currently prefer this path, Timor-Leste’s government is responsible for the long-term well-being of its own citizens, and that should be the primary consideration. This paper presents the reasons for developing Greater Sunrise after Bayu-Undan, saving Sunrise gas in the ground for 10-15 years, to maximize benefits for Timor-Leste." Submitted to the government of Timor-Leste by Charles Scheiner, La’o Hamutuk 28 July 2004

Timor Sea Talks between Timor-Leste & Australia


Sekarang ada halaman baru BD dalam Bahasa Indonesia. Halaman ini akan diperbarui setidaknya satu kali seminggu. Untuk memambakan berita, artikel atau laporan kepada BD, kirimkan bahan2 itu secara e-mail kepada ‘wildwood@pcug.org.au’ Alamat pos: "BACK DOOR PO Box 5005 Lyneham ACT 2602 AUSTRALIA"
Click web-link ini untuk masuk halaman Web Bahasa Indonesia BACK DOOR: http://www.pcug.org.au/~wildwood/bahind.htm
BD juga menerbit surat e-mail mingguan. Kebanyakan isi surat e-mail ini dalam Bahasa Inggeris, tetapi kadang2 ada informasi dalam Bahasa Indonesia, Bahasa Tetum dan Bahasa Portuges. Kalau anda ingin menerima surat informasi mingguan GRATIS, kirimkan e-mail kepada ‘wildwood@pcug.org.au’ dengan memasukkan perkataan ‘Subscribe BACK DOOR’ dalam judul (ruangan pokok) e-mail anda.
BD Surat infornasi mingguan mengenai TL

Halaman Uatama | Bahasa Indonesia | Bahasa Tetum | Bahasa Portugis | Cari situs-Web ini
Situs-Web: http://www.pcug.org.au/~wildwood   |   Email: wildwood@pcug.org.au