NEW = Added
to BACK DOOR Website
since last Monday's Emailout
Associacao Popular Democratica de Timor
Acronym: APODETI
C No: 15
Leader: Frederico Almeida-Santos da Costa
Address: Rue Liberdade de Imprensa Audiau,
Timor LoroSae
Contact: Tel 324994
From: Aug
5 Contact info for ET political parties
April
2001 ACFOA: Walsh: East Timor's Political Party Profiles: APODETI
Complete text of report [150KB] added May 22
"APODETI was founded on 27 July 1974 in
support of ‘autonomous integration into the Republic of Indonesia based
on international law’ as an alternative to the options promoted by UDT
(federation with Portugal) and FRETILIN (total
independence). The Party’s manifesto also commented on the ‘failure of
the Portuguese colonisation of Timor’ and committed APODETI to introduce
compulsory Indonesian in schools and to uphold essential human rights,
the just distribution of wealth, a minimum salary, the right to strike,
free education and health, and freedom of expression. It supported freedom
of religion and opposed racial discrimination but had a declared bias towards
the Catholic Church and commentators remarked on its anti-white attitudes."
Pat Walsh, Human rights consultant,
Australian
Council for Overseas Aid
Bahasa Indonesia:
Maret
2001 ACFOA: Partai-Partai Dan Kelompok-Kelompok Politik Di Timor Timur:
APODETI Téks
[150KB] added June 29
"APODETI didirikan pada tanggal 27 Juli
1974 dalam dukungan terhadap ‘integrasi otonomi ke dalam Republik Indonesia
berdasarkan hukum internasional’ sebagai alternatif terhadap pilihan yang
ditawarkan oleh UDT (federasi dengan Portugal) dan FRETILIN
(kemerdekaan penuh). Manifesto partai ini juga mengomentari ‘kegagalan
kolonisasi Portugis atas Timor’ dan mendorong APODETI untuk memperkenalkan
Bahasa Indonesia sebagai mata pelajaran wajib di sekolah-sekolah dan menjunjung
hak-hak asasi penting, pembagian kekayaan yang merata, upah minimum, hak
untuk mogok, bebas biaya pendidikan dan kesehatan, dan kebebasan mengeluarkan
pendapat. APODETI mendukung kebebasan beragama dan menentang diskriminasi
ras namun memiliki kecendrungan positif terhadap gereja Katolik dan komentator
mencatat sikapnya yang anti kulit putih." Pat
Walsh, Badan Bantuan Luar Negeri Australia