NEW = Added
to BACK DOOR Website
since last Monday's Emailout
Partido Trabalhista Timorense
Acronym: PTT
C No: 33
Leader: Paulo Freitas da Silva Guterres
Address: Rya Travessa de Befonte No 2/B
- Bairro Formosa, Dili - Timor Loro
Sae
Contact: Tel 322807/0419707533
From: Aug
5 Contact info for ET political parties
April
2001 ACFOA: Walsh: East Timor's Political Party Profiles: PTT
Complete text of report [150KB] added May 22
"TRABALHISTA was established in 1974 by
the current President, Paulo Freitas da Silva, and the late Albano and
Alpidio Abrao Martins. The Party supported independence but favoured a
phased process and continuing links with Portugal. Paulo Freitas da Silva
wrote to then Australian Labor Prime Minister, Gough Whitlam, requesting
Australian troops to keep the peace in East Timor - a request which was
denied. A TRABALHISTA official signed the 1975 Balibo Declaration calling
for Indonesian intervention but officials today state that this was done
in a private capacity. Whatever the case, Indonesia used TRABALHISTA for
propaganda advantage. Party president, Paulo Freitas da Silva, signed a
statement dated 25 July 1998 rejecting Indonesia’s offer of autonomy and
calling for a referendum. TRABALHISTA stresses that August 1999 marked
a divide, that everything prior to that date has been ‘wiped away’ (dihapuskan)
and a fresh start is being made." Pat
Walsh, Human rights consultant,
Australian
Council for Overseas Aid
Bahasa Indonesia:
Maret
2001 ACFOA: Partai-Partai Dan Kelompok-Kelompok Politik Di Timor Timur:
PTT Téks
[150KB] added June 29
"TRABALHISTA didirikan pada tahun 1974
oleh Presidennya yang sekarang, Paulo Freitas da Silva, dan almarhum Albano
dan Alpidio Abrao Martins. Partai ini mendukung kemerdekaan namun memilih
proses yang bertahap dan memiliki link yang terus menerus dengan Portugal.
Paulo Freitas da Silva pernah menulis kepada Perdana Menteri dari Partai
Buruh Australia pada waktu itu, Gough Whitlam, meminta tentara Australia
untuk menjaga keamanan di Timor Timur – permintaan tersebut ditolak. Seorang
pejabat TRABALHISTA menandatangani Deklarasi Balibo pada tahun 1975 meminta
campur tangan Indonesia namun pemimpin-pemimpin saat ini menyatakan bahwa
hal ini dilakukan melalui kapasitas pribadi. Apapun halnya, Indonesia menggunakan
TRABALHISTA untuk keuntungan propaganda. Presiden Partai, Paulo Freitas
da Silva, menandatangani pernyataan tertanggal 25 Juli 1998 menolak tawaran
otonomi dari Indonesia dan menyerukan referendum. TRABALHISTA menekankan
bahwa Agustus 1999 menandai suatu pembagian, di mana segala sesuatu sebelum
tanggal itu telah ‘dihapus’ dan suatu awal yang baru sementara dilakukan."
Pat Walsh, Badan Bantuan Luar
Negeri Australia